Top
Blog
 
Nov 09
Mengetahui Fungsi AHA, BHA dan PHA pada Skincare Anda
 

Mengetahui Fungsi AHA, BHA dan PHA pada Skincare Anda

Istilah chemical exfoliation dan perawatan kecantikan yang mengandung acid / asam sepertinya sedang digilai dan disukai perempuan. Mungkin terkesan mengerikan ketika anda memikirkan bahan kimia acid / asam menyentuk kulit. Namun, jangan samakan dengan asam biasa yang digunakan pada industry atau laboratorium yang bisa melukai dan membahayakan anda saat disentuh. Asam disini dikerucutkan menjadi AHA, BHA, dan PHA yang ketiganya telah lulus uji klinis aman dan efektif digunakan sebagai bahan dalam produk kecantikan.

 

Alpha Hydroxy Acid (AHA)

AHA bekerja pada bagian terluar kulit, efektif mengangkat sel sel kulit mati, mengurangi tampilan kerut halus, tekstur kulit yang tidak merata, kemerahan, dan bekas jerawat. Namun AHA tidak bisa bekerja ke lapisan kulit yang lebih dalam, karena teksturnya yang water-soluble tidak memungkinkan AHA untuk menembus lapisan minyak didalam pori-pori.

Beberapa contoh AHA yang populer digunakan dalam produk kecantikan adalah asam glikolat (memiliki ukuran molekul yang lebih kecil, sehingga bisa meresap sedikit lebih dalam) dan asam laktat(memiliki ukuran molekul yang lebih besar, biasanya lebih lembut pada kulit karena kemampuan penetrasi yang lebih rendah dibandingkan asam glikolat).

 

Beta Hydroxy Acid (BHA)

BHA bekerja lebih ampuh pada kulit berminyak, yang rentan terhadap jerawat, komedo, dan milia. Mengapa? Karena teksturnya yang oil-soluble maka BHA mampu melakukan penetrasi ke dalam pori pori dan melewati dan melarutkan serta membersihkan kandungan minyak yang menyumbat pori pori anda, selain itu BHA juga mempunyai fungsi eksfoliasi di permukaan kulit.

Jenis yang paling populer dari BHA adalah asam salisilat, yang menurut Paula dari brand kecantikan Paula’s Choice efektif mengangkat sel kulit mati, tetapi tidak menghilangkan minyak alami kulit. Asam salisilat juga berfungsi sebagai anti-inflammatory yang bisa menenangkan peradangan pada jerawat dan mengurangi kemerahan pada wajah akibat jerawat.

 

Polyhydroxic Acid (PHA)

Secara singkat, PHA cukup mirip dengan  AHA, namun dengan ukuran molekul yang jauh lebih besar, sehingga tidak bisa melakukan penetrasi sedalam AHA dan BHA kedalam lapisan kulit anda. Ini berarti efeknya pun akan lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif, karena kemungkinan menimbulkan iritasi lebih sedikit, bahkan untuk mereka yang memiliki penyakit kulit seperti eczema dan rosacea.

 

Setelah mengenal ketiga jenis chemical exfoliation diatas, sebaiknya anda ikuti dua cara ini agar hasil lebih maksimal ketika digunakan produk-produk tersebut :

  1. Gunakan setelah melakukan double cleansing agar tidak ada sisa makeup
    Pertama, anda harus melakukan double cleansing terlebih dahulu, yakni menggunakan micellar water atau makeup remover, kemudian membasuh wajah dengan sabun muka. Perlu diingat kalau chemical exfoliation tidak bisa digunakan untuk membersihkan makeup, jadi anda harus tetap membersihkan wajah dahulu.
  1. Gunakan secara rutin agar hasilnya maksimal
    Sebaiknya jenis chemical exfoliator hanya digunakan 2-3 minggu sekali. Namun, jika kamu hanya menggunakan produk exfoliating toner atau pads dari produk kecantikan Korea, umumnya bisa dipakai setiap hari karena cenderung lebih ‘ramah’ atau lembut.

 

Namun lebih baik digunakan pada malam hari saja, karena akan sangat membantu kulit anda untuk bisa lebih optimal dalam menyerap rangkaian skincare selanjutnya seperti serum atau essence.